May 29, 2011

al ‘ilm qoblal qoul wa ‘amal

Posted in Uncategorized at 8:53 am by scientistmoslema

artikel yang bermanfaat dari situs : muslimah.or.id
silakan dibaca :)

———————————————————————————————————————————————————————————————————————–

Bayangkanlah … Anda ditawari sepotong kue tart, yang terdiri dari kue bolu coklat yang dilapisi whipping cream yang lembut, ditambah dengan serutan coklat di atasnya, plus stroberi yang rasa asam-manisnya semakin melengkapi kenikmatan kue tart tersebut.

Lalu, Anda ditanya, “Ingin pilih yang mana? Kertas alas kuenya, secuil whipping cream-nya, kue bolunya saja, atau ingin kue tart yang utuh?”

Sepertinya, nyaris tak mungkin jika Anda menjawab, “Kertas alas kuenya saja.” Benar begitu, bukan?

Jika itu berlaku dalam permisalan perkara dunia, maka bagaimana lagi dengan perkara pahala akhirat? Tentunya jauh lebih mulia! Terdapat berbagai jenis tawaran pahala yang menanti Anda dalam ibadah sunah. Anda boleh mengambil separuh, seujung jari, atau mungkin seluruhnya. Semuanya adalah pilihan yang Anda ambil sendiri.

Maka, apakah jawaban Anda, jika ada yang bertanya, “Anda lebih suka yang mana: mengucap salam atau menjawab salam secara lengkap lalu beroleh pahala secara sempurna, atau mengucap atau menjawab salam dengan singkat sesingkat-singkatnya lalu hanya beroleh sepotong pahala atau bahkan tak beroleh secuil pun pahala?”

Sebagai manusia yang fitrahnya berharap surga, tentunya Anda ingin pahala yang sempurna, bukan?

Assalamu ‘alaikum warahmatullah wabarakatuh

Ada fenomena menarik di masa serba instan ini. Yaitu, betapa meluasnya bentuk “salam instan”: Ass, Askm, Ass. Wr. Wb., Askum, Aslm, dan berbagai “kreativitas” yang tersalurkan tidak pada tempatnya ini. Apa makna rentetan huruf-huruf tersebut? Apakah ada yang bermaksud melafalkan “assalamu ‘alaikum” dengan sebatas mewakilkannya pada tiga huruf: “Ass”, atau mungkin ada yang menambah sedikit huruf, menjadi: Askm, Ass. Wr. Wb, Askum, atau Aslm?

Bagaimana kita membaca huruf-huruf ini: Askm? Tentunya, cara membacanya adalah: a-es-ka-em, bukannya “assalamu ‘alaikum“. Demikian pula dengan model penyingkatan salam semisal itu.

Sahabatku, jika kita tanya kepada diri kita sendiri, maka pastinya tak mungkin ada perintah yang lebih mulia untuk segera dikerjakan selain perintah dari Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتاً غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّى تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا عَلَى أَهْلِهَا

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya ….” (QS. An-Nur:27)

وَإِذَا حُيِّيْتُم بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّواْ بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ حَسِيب

“Apabila kamu diberi penghormatan dengan sebuah penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik darinya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu.” (QS. An-Nisa`:86)

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-’Ash radhiallahu ‘anhuma, bahwasanya seorang lelaki telah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “(Amalan) seperti apakah dalam Islam yang paling baik?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Memberi makan orang lain serta mengucap salam kepada orang yang engkau kenal dan tidak engkau kenal.” (Muttafaq ‘alaih)

Demikian itu adalah keutamaan mengucap salam, lalu bagaimana cara mengucap dan menjawab salam yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?

Dari Imran bin Hushain radhiallahu ‘anhuma, dia berkata, “Seorang lelaki telah datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu dia berkata, ‘Assalamu ‘alaikum.’ Kemudian, salamnya tersebut dijawab, lalu dia pun duduk. Maka, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam punbersabda, ‘Sepuluh.’ Selanjutnya, seorang lelaki yang lain datang, lalu dia berujar, ‘Assalamu ‘alaikum warahmatullah.’ Kemudian, salamnya tersebut dijawab, lalu dia pun duduk. Maka, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam punbersabda, ‘Dua puluh.’ Selanjutnya, seorang lelaki yang lain pun datang, lalu dia berkata, ‘Assalamu ‘alaikum warahmatullah wabarakatuh.’ Kemudian, salamnya tersebut dijawab, lalu dia pun duduk. Maka, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Tiga puluh.’ (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi; At-Tirmidzi berkata, “Hadits yang berderajat hasan.”) [1]

Jazakillahu khairan [2]

Sebagaimana keutamaan pengucapan salam tanpa disingkat-singkat, maka pengucapan doa “jazakillahu khairan” pun sepatutnya disampaikan secara sempurna, tanpa disingkat-singkat.

Dalam pembahasan tentang perkataan seseorang kepada saudaranya, “Jazakallahu khairan,” pada kitab karya Abdullah bin Muhammad bin Abi Syaibah, yang berjudul Ahaditsul Ahkam, di juz 6, 188:3664, terdapat dua riwayat hadits yang menjadi dalil bagi sunah ini:

عن أبي هريرة قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إذا قال الرجل لأخيه : جزاك الله خيرا ، فقد أبلغ في الثناء .

1. Dari Abu Hurairah, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Jika seseorang mengatakan kepada saudaranya, ‘Jazakallahu khairan,’ maka sesungguhnya dia telah sempurna dalam mengungkapan rasa terima kasih.’”

عن طلحة بن عبيد الله بن كريز قال : قال عمر : لو يعلم أحدكم ما له في قوله لأخيه : جزاك الله خيرا ، لأكثر منها بعضكم لبعض

2. Dari Thalhah bin Ubaidillah, dia berkata, “Umar telah menuturkan, ‘Seandainya salah seorang di antara kalian mengetahui balasan yang dia peroleh jika dia mengucapkan kepada saudaranya, ‘Jazakallahu khairan,’ tentunya dia benar-benar akan memperbanyak ucapan tersebut di antara mereka satu sama lain.’” [3]

Dalam kitab Faidhul Qadir, 6:172, disebutkan, “Penggalan kalimat ‘maka sesungguhnya dia telah sempurna dalam mengungkapan rasa terima kasih‘ karena dirinya mengakui kekurangannya dan ketidak mampuannya dalam memberikan balasan. Karena itu, dia pasrahkan balasannya kepada Allah, agar Dia yang memberikan balasan yang setimpal.”

Al-’Allamah Al-’Utsaimin rahimahullah menjelaskan dalam Syarah Riyadhush Shalihin, “Hal tersebut terjadi, karena sesungguhnya, jika Allah ta’ala membalasnya dengan kebaikan maka hal itu menjadi kebahagiaan baginya, di dunia dan di akhirat.” [4]

Juga, terdapat satu catatan penting dalam pengucapan doa ini, yaitu penghilangan kata “khairan“. Contoh yang sering kita temui adalah ungkapan “jazakillah“, bukan “jazakillahu khairan” atau “jazakallah khairan“. Hal yang perlu kita perhatikan, jika kita hanya mengucapkan “jazakillah” maka kalimat doa ini masih ambigu: “Semoga Allah membalasmu (dengan) ….” Yang menjadi pertanyaan kita adalah: membalas dengan kebaikan atau keburukan? Tentu saja, yang kita maksudkan adalah “jazakillahu khairan” (semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan), bukan “jazakillahu syarran” (semoga Allah membalas Anda dengan keburukan). Oleh karena itu, ucapkanlah “jazakillahu khairan“, agar tersampaikan maksud dari doa tersebut secara sempurna. [5]

Mari mengamalkannya

Hingga di sinilah pemaparan sederhana ini, yang kami hadiahkan untuk Anda, sahabat kami. Memiliki ilmu yang berbuah amal dalam kehidupan nyata merupakan tanda keberkahan pada ilmu tersebut.

Semoga, setelah membaca tulisan ini, kita akan senantiasa mengucap dan menjawab salam, serta mengucap “jazakillahu khairan” dengan lafal yang sempurna, tanpa disingkat-singkat; tak ada lagi: Ass, Ass. Wr. Wb., Aslm, Askm, Askum, Jzk, dan bentuk penyingkatan lainnya. Sebarkanlah sunah ini, maka pahala pun akan Anda tuai dengan sempurna, insya Allah.

***

Penyusun: Ummu Asiyah (Athirah)
Murajaah: Ust. Ammi Nur Baits

Catatan kaki:

[1] Dalil-dalil tersebut disadur dari kitab Riyadhush Shalihin (diunduh melalui tautan http://ia600204.us.archive.org/20/items/waq107340/107340.pdf)

[2] Atas banyak faidah dari tulisan di http://ummushofi.wordpress.com/2010/06/19/ucapan-ini-merupakan-amal-sholeh-dan-amal-sholeh-pun-akan-mengucapkannya/, Penulis tuturkan, “Fa jazahallahu khairan.”

[3] Dikutip dari http://www.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?idfrom=3664&idto=3664&bk_no=10&ID=3464, dengan redaksi naskah:

في قول الرجل لأخيه : جزاك الله خيرا 3664 ( 188 )
( 1 ) حدثنا أبو بكر قال حدثنا وكيع عن موسى بن عبيدة عن محمد بن ثابت عن أبي هريرة قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إذا قال الرجل لأخيه : جزاك الله خيرا ، فقد أبلغ في الثناء .
( 2 ) حدثنا وكيع عن عن طلحة بن عبيد الله بن كريز قال : قال عمر : لو يعلم أحدكم ما له في قوله لأخيه : جزاك الله خيرا ، لأكثر منها بعضكم لبعض

[4] Dikutip dari blog salah seorang putri Syekh Nashiruddin Al-Albani, yaitu Sukainah binti Muhammad Nashiruddin Al-Albaniyyah, http://tamammennah.blogspot.com/2010/04/blog-post_25.html

جاء في “فيض القدير” (6 / 172): “(فقد أبلغ في الثناء) لاعترافه بالتقصير، ولعجزه عن جزائه؛ فوّض جزاءه إلى الله ليجزيه الجزاء الأوفى” ا.هـ

وقال العلامة العثيمين رحمه الله في “شرح رياض الصالحين”: “وذلك لأن الله تعالى إذا جزاه خيرًا؛ كان ذلك سعادة له في الدنيا والآخرة” ا.هـ

[5] Artikel lain yang mengupas masalah ini bisa disimak di http://badaronline.com/artikel/penulisan-lafazh-jazakallah-khairan.html

May 28, 2011

home sweet home

Posted in Uncategorized at 9:59 am by scientistmoslema

kalau dibilang.. kita memang berasal dari kota yang berbeda-beda.

Semarang, Sukabumi, Kebumen, Nganjuk, Cimahi, Depok, Brebes.. aaahh.. kalo lihat di peta jaraknya tidak seperti jarak antara jari telunjuk dan jari tengah.

di sini, di Depok ini, kita dipertemukan oleh Alloh.. di atas jalan yang penuh kemuliaan (meskipun manusia menganggapnya hina).
di sini cinta kita dipertemukan, tak peduli dari mana kita berasal.
di Depok inilah cinta kita bersemi, lebih indah dari sakura yang sedang bermekaran di Jepang

cinta yang dilandasi rasa syukur karena Alloh, cinta yang terjalin dari setiap nasihat
sekarang kita berjuang di sini, di Depok ini

kita tidak sendirian kawan.. masih banyak orang-orang di luar sana yang seperti kita..
tapi kita adalah orang yang “terasingkan” dari peradaban kawan.. aku lebih suka menyebutnya al-ghuroba’ ..

kita lemah, kita mudah terpedaya..
untuk itu.. sekali lagi aku ingin menyampaikan kepada kalian, mari kita bersama-sama, bahu membahu untuk menuju kemuliaan yang kekal abadi

aku ingin kita menempati sebuah rumah, sederhana memang, dan (tentunya) berbeda dengan rumah kita di kampung (hehee)..
sebuah rumah dimana kita bisa saling berdiskusi.. kita saling menyemangati, kita saling bercanda, belajar memasak, menjahit, dan belajar mandiri..
sebuah rumah kesayangan.. wisma shalihah..

aku harap cita-cita ini segera terwujud..
namun perlu diingat, bahwa keinginanku untuk membentuk wisma ini bukan karena menginginkan eksklusivitas namun hanya sarana agar kita lebih mudah mendapat nasihat ketika sedang dalam keadaan futur (karena sekarang fitnah ada dimana-mana, hasutan makin liar tak pandang bulu).. karena kita tidak tahu bagaimana akhir kita nanti : apakah akan tetap teguh di atas sunnah, atau malah ikut terbawa arus dunia yang fana..

aku hanya ingin mengutip kalimat ini :
“Seorang mukmin yang bergaul dengan umat manusia, lalu tabah menghadapi segala kesulitan dari mereka, memperoleh pahala lebih besar dibanding mukmin yang tidak pernah bergaul dengan umat manusia dan tidak pernah merasakan ketabahan terhadap gangguan mereka”

jadi, cukup aku katakan, aku tidak ingin menjadi eksklusif dengan menjauh dari masyarakat, namun aku ingin bersama-sama kalian dalam satu wadah bernama wisma

May 24, 2011

renungan kecil

Posted in Uncategorized at 11:02 am by scientistmoslema

mereka baik-baik saja.. tapi ada apa dengan diriku ini?

diriku merasa tak tenang, tidurku pun tak nyenyak, setiap hari memikirkan prasangka-prasangka busuk yang baunya pun aku tak tahan..

seandainya aku renungi kalimat ini sungguh-sungguh

Demikian , Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah oleh kalian kebanyakan dari persangkaan (zhan) karena sesungguhnya sebagian dari persangkaan itu merupakan dosa.” (Qs. Al-Hujurat: 12)

duhai jiwa.. apa yang terjadi padamu? ada apa denganmu? kenapa dengan mudahnya engkau membuat cercaan pada saudari mu??

tak ingatkah kau dengan lafadz ini..

Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Hujuraat: 12)

duhai jiwa.. kenapa engkau ini? apakah engkau senang memakan bangkai saudara sendiri?

kenapa setiap cercaan dan hinaan itu ringan sekali meluncur dari mulut manismu itu..

Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-ngolokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang di olok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) dan janganpula wanita-wanita lain (mengolok-olokkan) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang di perolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan) ..

(QS. Al Hujuraat: 11)

duhai jiwa yang lalai.. duhai jiwa yang sedang terlelap dalam tidur yang panjang.. BANGUNLAH !! SADARLAH !!

sampai  kapan engkau akan bermaksiat kepada Alloh ?? SAMPAI KAPAN ????

waktu ku sudah tak banyak.. tinggal menunggu detik-detik itu datang..

kuhitung kembali amalanku.. aaah.. tak sanggup aku melihat…

yang mampu aku lakukan sekarang hanya berdoa, doa dari hati yang paling dalam…. dan menjalani sisa napasku dengan sebaik-baik amalan yang masih bisa aku lakukan

aku siapkan bekal terbaikku.. semoga aku sempat mengumpulkannya.. dan aku harap, kelak aku dapat menjumpai Rabb ku dengan wajah yang berseri-seri

bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada Alloh

*renungan untuk penulis sendiri yang masih banyak khilaf*

21 jumada al-akhirah 1432

ahlan wa sahlan

Posted in Uncategorized at 7:37 am by scientistmoslema

bismillaahirrohmanirrohiim

tak terasa waktu berjalan begitu cepat, matahari hendak beranjak..

masih banyak waktu yang dilalui dengan kesia-siaan, namun alhamdulilaah, Alloh masih berkenan membiarkan diri ini untuk sejenak menarik napas.

waktu kita tak banyak lagi kawan, ayo bergerak, kenakan sabuk semangat mu, pegang kuat-kuat tombak mu. mari kita maju ke medan perang.

ujian akhir semester sudah di depan mata, mungkin hanya ada  sedikit waktu yang akan kita sisihkan untuk menuntut ilmu agama. betul bukan? namun aku tetap berharap kalian tidak pergi begitu saja.. aku harap kalian ‘kan  kembali lagi ke majelis ilmu  ini.

libur panjang sudah menyapa dari kejauhan, satu per satu kalian akan pulang ke kampun halaman, jauh dari kawan yang sholih, jauh dari majelis ilmu.. kalian akan  kembali keperadaban dunia yang melalaikan..

sabar kawan, jalan kita masih panjang.. aku harap kepulanganmu yang sebentar ini tidak merubah dirimu yang sekarang. yang masih teguh di atas keterasingan. semoga Alloh mempertemukan kita kembali dengan iman yang lebih baik dari sebelumnya.

untuk kawanku yang ada di kosan, di asrama, maupun yang ada di rumah..

SELAMAT MENEMPUH UJIAN AKHIR SEMESTER.

Sahhalallohu Umroki..

ditemani kipas angin butut dan buku-buku yang berserakan,  21 jumadil akhir 1432

sahabatmu

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.